Rok Cekak

Rok Cekak


Kami semua pernah berdiri di depanmu, khusyuk melihatimu
menikmatimu sudah seperti ritual sembahyang
jala-jala mata-mata jelalatan ingin segera mengakhiri permainan

sayang hanya tiap satu minggu, satu kali berdiri

dan yang paling sakral
di pagi ke tujuhbelas, di bulan ke empat per enam
di tahun Masehi

tidak menunggu malam, hingga khusyuk menikmatimu
tapi di pagi buta, hingga sempoyongan mendahului matahari
tetap khusyuk, kamu akan tersenyum menyambut kami

dan meski rokku cekak, secekak kain lapismu
di atas tiang, puluhan tahun, kita sama-sama belum pernah wisuda
rok SD, dan bendera upacara
sudah kumal, ia berdua
kini adikku memakainya



Malang, Juli 2013