Kepada: Langit

Aku menemukan sebuah quote hari ini. Dan sejujurnya aku sudah tidak tahan ingin sekali bercerita kepadamu mengenai hari-hariku, kegiatanku, cuaca dan matahari disini, dan isi hatiku.

Begini quote yang kudapatkan, “Hujan deras akan membuat tanah menjadi semakin kokoh, bukan sebaliknya”. Bagus ya?

Sejak kemarin malam hujan turun dengan sangat deras. Aku membayangkan langit sedang murka atau mungkin kecewa. Sejenak butirannya seperti berusaha menghiburku, menemaniku perjalanan dengan derai butirnya. Aku menyambutnya, seolah mengerti bahwa mereka datang untuk menghiburku, dan sebenarnya mereka hanya butir yang kecil sekali menyerupai debu. Kata adik, ia seperti salju, seakan dia tahu bentuk dari salju. :D tapi tentu saja bajuku basah.

Karenanya aku jadi bersemangat dan melaju dengan cepat. Aku dibuatnya merasa baik dan ceria. Oh, sebelumnya tentu saja aku sedang baik juga. Tapi hujan menemaniku dan menambah kebaikannya.

Namun, seperti yang kukatakan sebelumnya, kemudian semalaman hingga pagi menjelang hujan terus datang seperti murka atau mungkin kecewa. Lalu aku meyakini sekali lagi bahwa ia datang untuk benar-benar menghiburku.

Mengingat hal itu aku jadi seperti menyesal. Mendengar suara hujan aku jadi ingin mengiba pada langit, meminta agar ia berhenti dan memaafkan meskipun sudah membuatnya kecewa. Dengan mata terpejam,  kuberanikan diri terus berusaha agar terhubung dengan langit. Kuminta ia memaafkan, mengampuni, dan memohon belas kasihannya.

Pada akhirnya matahari yang sudah datang dari awal berhasil membujuk langit dan mengeringkan butir-butir air terakhir di pagi itu.

Hujannya reda.

Kuberanikan diriku untuk tersenyum dan merelakan sekali lagi.

Terimakasih karena sudah menerima ibaku, memaafkannya juga, kataku dalam hati. Kemudian quote yang sebelumnya tadi kuceritakan seperti menjadi pelita, ternyata hujan deras yang datang akan membuat tanah menjadi semakin kokoh, bukan sebaliknya. Semoga mereka yang kokoh menjaga kenyamanan perjalanan panjang.

Sekali lagi, terimakasih kepada langit yang sudah memaafkannya juga. :)

(Kepada Langit)
29 Desember 2014